Senin, 23 Maret 2009

straight edge

Apabila orang awam terkadang memandang musik rock identik dan lumrah
dengan hal-hal ‘negatif’ seperti alkohol dan drugs, sepertinya cap atau
image tersebut tidak selamanya benar. Apalagi banyak media yang hanya
menyorot dan menjual berita tentang perihal tersebut saja. Tentunya
dalam hal ini harus ada penengahnya. Ya, sebuah wacana yang dapat
memberikan pandangan baru kepada orang awam bahwa musik rock memiliki
movement lain yang positif disamping kepopuleran jargon: “sex, drugs
& rock and roll”. Disini kita akan membahas tentang Straight Edge.

Apa itu Straight Edge?
Straight
Edge adalah gaya hidup (life style) yang bersikap abstain terhadap
pengkonsumsian alkohol, rokok, drugs dan free sex. Gaya hidup Straight
Edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di scene punk/hardcore
yang sempat identik dengan kebiasaan mabuk dan berakhir rusuh. Ya,
paham Straight Edge memang lahir dari komunitas punk/hardcore. Berawal
dari lagu yang berjudulu “Straight Edge” dari band Minor Treath tahun
1981. Sang frontman, Ian Mackaye memiliki pandangan bahwa harus ada
perubahan positif di scene punk/hardcore. Isi lirik dalam lagu Straight
Edge intinya adalah ada hal yang lebih baik daripada mabuk dan
mengkonsumsi narkoba lalu berakhir ‘tumbang’ di acara konser. Sampai
akhirnya judul lagu tersebut dijadikan gaya hidup bagi mereka yang
sepaham dengan isi dari liriknya. Ide tentang Straight Edge juga
sebenarnya sudah ada di dalam lagu-lagu band protopunk tahun 70′an
yakni The Modern Lovers. Namun untuk istilah Straight Edge sendiri
memang di adaptasi dari judul lagu Minor Threat. Pada awalnya paham
Straight Edge berkembang di wilayah Washington D.C dan New York, sampai
akhirnya berkembang juga di Canada.

Simbol “X” di punggung tangan
Simbol
“X” di punggung tangan adalah simbol gaya hidup Straight Edge secara
general. Simbol “X” tersebut biasanya digunakan saat manggung atau
datang ke gigs/acara. Ada juga yang dibuat dalam bentuk pin, t-shirt
dan merchandise lainnya sebagai simbol propaganda Straight Edge.
Sejarah awal simbol “X” di punggung tangan adalah ketika band Teen
Idles tour ke San Francisco dan bermain di sebuah club bernama Mabuhay
Gardens. Sebelum mereka pentas, pihak manajemen club ternyata melarang
Teen Idles pentas karena masih dibawah umur untuk masuk ke club yang
menjajakan minuman keras. Namun setelah kompromi panjang, akhirnya
pihak manajemen club memperbolehkan mereka pentas asalkan setiap
personel yang dibawah umur diberi tanda “X” di punggung tangannya
dengan spidol sebagai tanda dibawah umur dan dilarang mengkonsumsi
alkohol. Simbol “X” tersebut juga adalah untuk memudahkan bar tender
mengetahui mana yang minum mana yang tidak. Dari moment itulah akhirnya
simbol “X” di punggung tangan menjadi simbol pergerakan Straight Edge.



Era “Old School”
Seiring
perkembangannya, gaya hidup Straight Edge banyak di adaptasi oleh
band-band lainnya seperti: 7 Seconds, SSD, Uniform Choice, Cause for
Alarm. Band-band tersebut adalah band punk/hardcore yang berada di era
“oldschool”. Band-band era “oldschool” lebih banyak berteriak tentang
movement Straight Edge dibanding bernyanyi. Lagu mereka terdengar bak
orang yang sedang orasi namun diiringi musik agresif dan cepat a la
punk/hardcore. Ya, style seperti itu akhirnya menjadi ciri khas band
punk/hardcore di era “oldschool”.

Era “Youth Crew”
Walaupun
pada awalnya secara musikal, band-band Straight Edge terdengar tipikal,
di pertengahan tahun 80′an musiknya mulai berkembang dan meluas sesuai
dengan karakter band masing-masing. Era “Youth Crew” lahir ketika
band-band punk/hardcore Straight Edge mulai menjamur dan akhirnya
mereka memiliki kecenderungan untuk “bersatu” membuat movement dan
media sendiri untuk menyebar luaskan gaya hidup Straight Edge. Namun
bukan berarti mereka tidak manggung bersama band-band yang non-Straight
Edge. Mereka justru lebih mengedepankan semangat persatuan. Ya, semacam
komunitas yang lahir karena point of view yang sama: menyukai musik
punk/hardcore sebagai bagian dari subkultur yang tercipta saat itu.
Gorilla Biscuits, Judge, Bold, Youth of Today adalah salah satu band
yang menonjol di era “Youth Crew”.

Merambah gaya hidup Vegan/Vegetarian
Ternyata
seiring perkembangannya, Straight Edge mulai berkaitan juga dengan
perihal pergerakan animal rights, vegan dan vegetarian. Youth Of Today
adalah band yang paling “vokal” menyuarakan perihal animal rights,
vegan dan vegetarian pada tahun 1988. Dalam lirik lagu “No More”, Ray
Cappo vokalis Youth Of Today menekankan tentang pandangannya terhadap
animal rights dan vegan: “Meat-eating, flesh-eating, think about it/ so
callous this crime we commit”. Sampai akhirnya banyak band yang
menyuarakan hal yang sama. Dan hampir semua band di akhir tahun 1980an
di Amerika dan Kanada menyuarakan tentang animal rights dan animal
cruelty. Namun bukan berarti juga bahwa seorang vegan/vegetarian itu
adalah seorang Straight Edge, begitu juga sebaliknya. Menjadi
vegan/vegetarian bukanlah sebuah keharusan di dalam gaya hidup Straight
Edge. Vegan dan vegetarian hanya bagian dari perkembangan Straight Edge
itu sendiri dan semua kembali kepada pilihan masing-masing. Disini juga
perlu ditekankan kembali baha Straight Edge juga bukanlah sebuah agama.
Straight Edge hanyalah sebuah motivasi hidup untuk tidak merusak diri
sendiri dengan mengkonsumsi zat-zat yang dianggap berbahaya untuk diri
sendiri. Dan penyikapannya kembali kepada kontrol individu.



Sempat menjadi militan
Di
dalam perkembangannya, Straight Edge juga sempat “ternoda” dengan
beberapa perilaku militan dari band Straight Edge itu sendiri. Dan band
yang paling menonjol sikap hardline dan militannya adalah Earth Crisis.
Setelah gaya hidup Straigth Edge sempat berkembang sampai ke perihal
vegan/vegetarian pada akhir 80′an, di awal tahun 90′an bermunculan
band-band yang mengadopsi paham serupa namun mereka cenderung lebih
militan. Militan disini mereka cenderung judgemental, minim toleransi
terhadap non-Straight Edge dan berpotensi melakukan kekerasan. Mereka
berpikir bahwa dengan metode movement yang hardline dan militan akan
lebih efektif dalam mempromosikan hidup bersih. Padahal hal tersebut
justru menjadi bomerang bagi mereka sendiri. Dan tentunya Straight Edge
saat itu sempat tercoreng dan mulai menjadi bahan cemoohan di scene
underground.

Era 2000′an
Seiring dengan jalannya waktu
dan lahirnya band-band baru, cap negatif terhadap Straight Edge
berangsur-angsur pulih. Komunitas dan band-band Straight Edge tahun
2000′an mempersatukan kembali kultur punk rock kepada kondisi awalnya
yang lebih toleran terhadap komunitas dan band-band lain yang
non-Straight Edge. Ya, scene Straight Edge mengalami pendewasaan.
Mereka sudah berbaur di satu panggung dengan band-band yang
non-Straight Edge. Mengingat Straight Edge adalah gaya hidup yang lebih
ke personal choice. Band-band Straight Edge yang menonjol di era
2000′an diantaranya: Champion, Carry On, The Unseen, Good Clean Fun,
Casey Jones, Trial, Have Heart, Verse, Down To Nothing, Throwdown,
Allegiance, Cast Aside, Desperate Measures, Stop And Think, Mental,
Betrayed, Shere Khan and Youth Attack.

Well, musik cadas tidak
selamanya identik dengan term “sex, drugs & alcohol”. Straight Edge
lahir sebagai budaya tandingan yang dapat menjadi alternatif sebagai
gaya hidup dan pandangan hidup. Saat ini Straight Edge tidak hanya
berkutit di scene punk/hardcore, namun sudah meluas ke berbagai genre.
Ya, Straight Edge sudah benar-benar di adaptasi sebagai gaya hidup.
Seorang penggemar atau musisi r&b, pop, soul, ska, dll pun sudah
bisa memegang gaya hidup Straight Edge. Walaupun demikian, yang paling
diutamakan mereka harus tahu dari mana asal muasal gaya hidup Straight
Edge itu lahir. Don’t forget the roots! Enjoy Straight Edge!






NB : ini bukan tulisan gua !!!(sumber tidak di ketahui)

1 komentar:

  1. jiaaaah ! baru aja gw mao tepok tangan..
    gw kirain ni tulisan lu. dalem ati gw.
    "anjrit, alpi pinter bgd."

    BalasHapus